OKR (Objectives and Key Results)
Pengertian OKR, bedanya dengan KPI, dan cara menggunakan kerangka kerja OKR untuk mencapai target ambisius perusahaan.
Apa itu OKR?
OKR adalah singkatan dari Objectives and Key Results (Tujuan dan Hasil Utama). Ini adalah kerangka kerja manajemen tujuan (goal-setting framework) yang dipopulerkan oleh Intel dan Google untuk menentukan dan melacak hasil bisnis yang ambisius.
Sebuah OKR terdiri dari dua bagian utama:
- Objective (Tujuan): Apa yang ingin dicapai? (Kualitatif, inspiratif, dan menantang).
- Key Results (Hasil Utama): Bagaimana cara mengetahui bahwa kita sudah mencapainya? (Kuantitatif, terukur, dan memiliki angka pasti).
Contoh Penerapan OKR
- Objective: Menjadikan produk kami sebagai aplikasi terfavorit di Asia Tenggara.
- Key Result 1: Mencapai 1 juta pengguna aktif harian (DAU) di Q3.
- Key Result 2: Meraih rating aplikasi rata-rata 4.8 di Play Store.
- Key Result 3: Menurunkan churn rate pengguna baru menjadi di bawah 15%.
Perbedaan OKR dan KPI
Meski sering tertukar, keduanya memiliki fungsi berbeda:
- KPI (Key Performance Indicator) mengukur "business as usual" (kinerja harian yang stabil seperti kesehatan jantung). Contoh: Pendapatan bulanan.
- OKR mengukur inisiatif perbaikan baru atau lonjakan pertumbuhan. Target OKR dirancang agar sangat ambisius. Jika Anda mencapai 70% dari target OKR, itu sudah dianggap sukses besar.
Ingin menyusun OKR untuk Q1? Jangan mulai dari nol! Gunakan Generator OKR AI dari SuperTim untuk mendapatkan inspirasi Objectives yang langsung align dengan industri Anda.
🚀 Capek Pantau Target Kerja Tim Secara Manual?
SuperTim menyelaraskan KPI, tugas, dan target tim Anda secara instan menggunakan asisten AI Coach. Tinggalkan cara lama yang tidak efisien.
Coba SuperTim Gratis Sekarang