Burnout (Kelelahan Kerja)
Pengertian burnout dari WHO, ciri-cirinya pada karyawan, dan cara perusahaan mencegah kelelahan kerja yang parah.
Apa itu Burnout?
Burnout secara resmi diakui oleh WHO (World Health Organization) sebagai fenomena kelelahan kerja (occupational phenomenon). Ini bukanlah sebuah penyakit medis, melainkan sindrom yang dihasilkan dari stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola.
Tiga Dimensi Utama Burnout (Menurut WHO)
Seorang karyawan dinyatakan mengalami burnout jika ia menunjukkan tiga gejala utama:
- Kelelahan Ekstrem: Merasa kehabisan energi, letih, dan lesu secara fisik maupun mental sejak bangun tidur.
- Sinis (Depersonalisasi): Merasa terasing dari pekerjaannya. Timbul perasaan negatif, sinis, benci, dan hilangnya empati terhadap rekan kerja atau klien.
- Penurunan Produktivitas: Penurunan efektivitas kerja secara drastis (yang sebelumnya kompeten, menjadi sering melakukan kecerobohan/kesalahan).
Penyebab Utama Burnout
Burnout bukanlah kesalahan individu karena tidak tahan banting, melainkan kegagalan sistem dan budaya kerja perusahaan. Penyebab utamanya meliputi:
- Beban kerja yang tidak masuk akal (selalu overload).
- Kurangnya kontrol atas pekerjaan (korban micromanagement).
- Tidak adanya apresiasi atau imbalan (reward) yang setimpal.
- Lingkungan kerja yang beracun (toxic office).
Sebagai HR, Anda bisa mendeteksi risiko dini burnout pada tim dengan menggunakan formulir Kuis Deteksi Burnout dari SuperTim.
🚀 Capek Pantau Target Kerja Tim Secara Manual?
SuperTim menyelaraskan KPI, tugas, dan target tim Anda secara instan menggunakan asisten AI Coach. Tinggalkan cara lama yang tidak efisien.
Coba SuperTim Gratis Sekarang